China: Tiananmen Square, Forbidden City, Jingshan Park and Wangfujing Street

20170526_132752

Beijing totally revolves around this place: Forbidden City. Located exactly in the center of downtown. This place can not be missed.

Friday, 26 May 2017

Pagi ini bangun jam setengah 8, lumayan pagi karena semangat mau jalan-jalan di hari pertama. Nengok keluar kamar ternyata udah sepi, aku pikir Z sama K udah berangkat ke kantor, ternyata mereka masih tidur. Jam setengah 9 baru berangkat ke kantor, naik sepeda, boncengan. Suaminya yang dibonceng. Hihihi.. super sweet.

Hari pertama jalan-jalan di Beijing langsung aku rencanain buat visit the most famous palace in the country, Forbidden City atau sekarang disebut Palace Museum. Bahasa Cina-nya: Gugong. All my gears udah masuk ke tas rucksack item andalan:

  • Smartphone -udah diganti kartu Unicom
  • Topi baseball
  • Selfie stick
  • Air minum
  • Payung
  • Dompet
  • Snack bar
  • Kartu subway-bus Beijing

Yang ngga pernah lupa aku lakuin sebelum ninggalin apartemen adalah ngeliat perkiraan cuaca sama tingkat polusi di hari itu. That day, mataharinya cerah (ceraaaah banget sampe silau), suhu udara sekitar 20-25 degC dan tingkat polusinya cukup rendah, 90 AQI. Ini itungannya aku beruntung karena selama di Beijing ngga pernah ngerasain AQI lebih dari 140, which is pretty rare buat Beijing. Averagenya 160, bahkan lebih dari 300 kalo musim dingin. Bandingin sama Jakarta, 90 AQI (CMIIW).

So, aku berangkat sekitar jam 10 ke halte bus. Deg-degan juga mulai jalan-jalan sendirian (padahal kemarin malamnya malah ngga ngerasa kenapa-kenapa dari bandara jam 10 malam). Yang aku kuatirin cuma 1, bahasa. Even with the one using English, it’s rather difficult to catch what they said.

Sebelum berangkat ke Cina, almost everyone told me that mainland Chinese are rude and ignorant apalagi sama foreigner. Now, I can say that this was a false accusation. Aku dibantuin banyak orang waktu di sana and they all smiled, even laughed with me. Jadi sebenarnya ngga ada yang perlu aku kuatirin. Hehe..

20170526_133826
Mao Zedong

Jarak dari apartemen ke halte bus dekat, tinggal nyebrang, cuma kalo langsung ke subway hampir ngga mungkin, 20 menit jalan kaki lewat jalan besar. Jadi kemana-kemana kalau mau ke subway aku naik bus dulu, 1 yuan. Google Map membantu banget. Biarpun seringnya ngga update, at least untuk daerah Shangdi masih reliable. Biasanya sebelum jalan-jalan, aku buka Google Earth, at least buat ngenalin tipe jalanannya kaya apa, tapi Google Earth ngga ada di Cina. I felt like I was walking blind.

Rute dari Shangdi ke Forbidden City (downtown): Line 13 Shangdi-Xizhimen nyambung Line 2 Xizhimen-Fuxingmen nyambung lagi Line 1 Fuxingmen-Tian’anmen East.

Keluar dari subway station Tiananmen East trus agak bingung gitu, gila ni area luas bangeeeett.. ahahaa. This area is literally the center of Beijing. Jadi, sekitar area Tian’anment East itu ada beberapa tempat wisata terkenal, The Palace Museum (Forbidden City), Tian’anmen Square, National Museum of China, Mausoleum of Mao Zedong, National Centre for Performing Arts, Great Hall of the People dan Beijing Working People’s Cultural Palace. Setali tiga uang kalo udah nyampe di sini.

20170526_140602Aku memutuskan buat masuk ke Tiananmen, gerbang superbesar dengan gambar Bapak Negara, Mao Zedong superbesar juga. Penjagaan militer di tempat ini ketat. I couldn’t get near the picture or even cross the bridge. Panas membakar kulit pun, mas-mas tentaranya tetep tegak. Salut.

Dari Tiananmen, lurus terus kita ketemu bangunan yang mirip, Duanmen. Baru setelah itu, Meridian Gate Forbidden City. Loket tiket Forbidden City hari itu sepi. Yai! Beberapa kali baca di blog atau pengalaman orang yang kehabisan atau ngantri panjang (ada yang dari subuh ngantrinya) karena sehari dibatasi hanya 80.000 tiket (dibagi buat agen wisata, online ticketing dan on the spot). Not that day, hehee.. Harga tiketnya 60 yuan, untuk foreigner, perlu menunjukkan paspor. Penjaga loketnya ramah dan bisa bahasa Inggris.

20170627_161616I was super thrilled waktu ngelewatin gate utama. I finally got to see the location set of Curse of The Golden Flower movie for real. Ahahahaaa.. I love that movie. One thing for sure, the palace was soooo huge! Capek, gila. Can’t imagine how they built it. Approximately 730.000 meter persegi. Sebelum mulai jalan, sebaiknya download dulu petanya biar ngga kesasar. Aku kesasar sekali karena tulisan petunjuknya bahasa mandarin. Hmmm.. I should have known better.

Pengennya ngga pake payung keliling-keliling, tapi karena terik banget aku nyerah. Keluarin payung biarpun ngga keren dan rempong (tangan kiri payung, kanan smartphone).

20170526_143631Di ujung akhir istana, akhirnya ada oase juga, Qianlong Garden. Taman ini cantik dan tertata rapi ditumbuhi pohon-pohon rindang berumur ratusan tahun. Beberapa paviliunnya dicat merah vivid. Bagus buat foto-foto. Hahaa..

20170526_150928Keluar dari Forbidden City, aku terusin lewat underpass ke Jingshan Park. Di taman Jingshan ini kita bisa ngeliat seluruh area istana dari ujung ke ujung. Biarpun nganga liat anak tangga banyak banget ke hill top-nya, aku kuat-kuatin. Nyampe sih, tapi lutut kaya mau copot. LOL.

20170526_161145Malamnya diajakin makan di Wangfujing Street sekalian ketemu temen lama kita bertiga yang kebetulan lagi business trip ke Beijing, M. Wangfujing Street semacam car-free Malioboro Jogja dan terkenal jajanan-jajanan malam yang unik: kalajengking goreng, starfish, berbagai macam serangga and other disgusting creatures. Hihihi..

20170627_162136Ternyata di sana juga ada pertunjukan opera tradisional. Sambil makan, sambil liat ketoprak, eh opera. Untung masuk ke Wangfujing night market bareng bule-bule ini. Aku taking refuge di belakang badan mereka, gak kuat buk ngadepin kerumunan orang, bisa mental ahahahaa..

20170526_200735

20170526_200343

20170526_201120Cuma muter-muter doang di Wangfujing, ujung-ujungnya kita makan di area kedutaan besar United States, Anjialou. Area ini kaya bukan Cina, lebih ke cross-section Mega Kuningan-Kemang. So many cafes, night clubs, embassies. We had a bliss with the red wine. Cheers!

 

 

W

20170526_151115

Advertisements

2 thoughts on “China: Tiananmen Square, Forbidden City, Jingshan Park and Wangfujing Street”

    1. Aku ingat Curse of the Golden Flower sama video klipnya 30 Seconds To Mars – From Yesterday.
      Ini kombinasi antara bangunan yang memang didesign kokoh sama serious maintenance kayanya, Mba.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s