Pasar Santa in 2 Hours

20160228_180140

Hari Minggu hujan dari subuh sampai sore jam 1. Ini musim yang menyenangkan menurut saya. Waktunya pakai boots, nggak keringatan dan twillight-kinda-like-weather. It’s time to go for a stroll.

Jam 3 sore pas craving for food, ditemenin pacar makan di Pasar Santa. Kita nyoba sate padang yang terkenal: Ajo Ramon. Saya sangat excited karena sate padang adalah makanan favorit. Sejauh ini sate padang paling enak yang pernah saya cicipin adalah sate padang Cik Uniang di jembatan ITC Kuningan-Mall Ambasador lantai 4 seharga Rp 25.000 per 8 tusuk komplit dengan nasi, daun singkong dan sambel ijo (I know, it’s weird, but who cares, hahaaa..).

Sebelum ke Pasar Santa, saya sempatkan browsing must-try food. Tujuan kita tentuin: sate padang, black hot dog D.O.G (Dudes of Gourmet), A Bunch of Caffeine Dealers Coffee, Papricano dan Ketan Pasar. Banyak yak hihii. Sebagian mau ditake-away buat bekal nonton MU-Arsenal FC jam 21.00.

Sate Padang Ajo Ramon baru buka jam 17.00, jadi waktu nyampe jam 16.50 kita disuruh nunggu dulu sementara bapaknya manasin sate. Sebelum buka pun tendanya udah super ramai, untungnya kita datang cepat jadi masih ada tempat duduk. Sambil nunggu, di atas meja disediain krupuk kulit dan kripik singkong pedas. Karena laper, saya habis 2 bungkus krupuk kulit. LOL.

20160228_170258

Pegawai yang bekerja cukup banyak, dan mereka punya tugasnya sendiri-sendiri. Ada yang membakar sate, menyiapkan ketupat, merapikan meja dan kasir. Ngga perlu “merecoki” uda-uda yang sibuk itu dengan permintaan pesanan kita. Kita tinggal duduk manis aja, mereka akan mendatangi dan menanyakan pesanan saat mereka udah siap. Nggak berapa lama ketupat dengan sate padang panas datang.

Setelah ngicipin, ternyata saya masih lebih suka sate padang di Ambassador karena potongan dagingnya lebih besar, tetapi di Ajo Ramon, dagingnya memang lebih lembut, bawang gorengnya sangat krispi. Dan lagi satu porsi sudah membuat saya kekenyangan. Harga yang dipasang hampir sama.

20160228_164302

Setelah makan sate padang, selanjutnya kita ke lantai 1 Pasar Santa (naik 1 lantai dari pintu masuk). Di lantai ini food court dan cafe-cafe anak muda menjamur. Sayangnya saat itu banyak (di)tutup. Kekuatiran kalau lantai 1 akan penuh dan ramai, sama sekali salah. Ternyata tempat terkenal ini sepi. Alasannya mungkin surat peringatan yang ditempel di pintu-pintu warung mereka ini. Bahkan yang sudah terkenal seperti Ketan Pasar, Tsurro dan ABCD Coffee juga tutup.

20160228_171317

me, struggled choosing the menu

20160228_193642

Akhirnya setelah beli quesadilla di Papricano kita ngopi di GayoBies Coffee. Suasananya menyenangkan buat ngobrol dan pacaran walaupun tidak ber-AC. Harga kopi di sini sangat terjangkau. Segelas latte cappuccino seharga Rp 25.000. Gula bisa ditambahkan sendiri.

20160228_173932

Terakhir sebelum pulang kita beli juga hot dog D.O.G yang berwarna hitam. They’re breaking the internet and I saw the long queue line photos on the food-blog, but honestly, the meal was not as tasty as I expected. It’s a little bit salty.

Next time I go there again I will try another snacks and beverages: Claypot Popo, Judas juice and Cendol Duren Bar (without duren, of course.. for me).

I understand this used to be it-spot to hangout in Jakarta which now having less and less visitors. It could be because of the administration warning letter. Also could be because the place is hard to reach (traffic jam matter) or simply because we got bored.

20160228_193606

oleh-oleh buat nemenin liat bola

Lots of love.

Advertisements

2 thoughts on “Pasar Santa in 2 Hours”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s