Process Safety Engineer

Saya lulus kuliah Teknik Kimia UGM tahun 2011 bulan November. Saat itu banyak sekali temen-temen seangkatan yang diterima di perusahaan minyak dan gas lokal dan multinasional. Baik itu perusahaan service, EPC, ataupun operation. Saya baru mendapat kesempatan bekerja 6 bulan setelah lulus. Selama 6 bulan itu saya membantu salah satu dosen meneliti zat warna.

communique-de-presse

Bulan Juli 2012 saya diterima di EPC Technip Indonesia dan bekerja di sana sampai Oktober 2015. Cukup lama karena saya ingin “mendapat ilmu” oil and gas lebih mendalam. Dengan bekerja di perusahaan EPC, pengetahuan tentang oil and gas dan teknis keilmuan engineering jadi luas karena mempelajari semua aspek suatu proyek facility.

Rasanya beruntung saya masuk menjadi seorang Process Safety Engineer. Dalam 1 bulan saja saya udah jatuh cinta pada pekerjaan ini.

Menurut pendapat pribadi, bidang Process Safety Engineering ini lebih “mudah” untuk dipelajari walaupun memang dibutuhkan kemampuan analisa yang tajam. Kita harus bisa mendeteksi potensi hazard di suatu facility, menentukan sourcenya, mengkalkulasi probabilitas events, dan akhirnya menyajikan laporan mitigasi.

Process Safety Engineer dibagi menjadi 2 sub-bidang: Loss Prevention dan Risk Assessment. Dua ilmu ini memiliki karakter yang berbeda namun keduanya sama-sama dibutuhkan sehingga safety goal dapat tercapai. Loss Prevention bertujuan mencegah kehilangan/kerugian aset, baik itu manusia, equipment, lingkungan maupun uang. Sementara Risk Assessment lebih kepada memprediksi secara quantitatif dan simulatif kemungkinan suatu hazard akan menciptakan accident.

What can go wrong will go wrong – Murphy’s Law

Umumnya, fresh graduate Teknik Kimia (undergraduate) akan mengerjakan pekerjaan Loss Prevention terlebih dahulu. Pekerjaan ini diantaranya merancang safety escape route, membuat hazardous layout, membuat report spesifikasi dan datasheet safety equipment, dan menentukan Fire and Gas Detector. Bagian ini relatif bisa dipelajari secara otodidak dengan sedikit supervisi karena mengacu dan wajib mengikuti referensi yang sudah tetap: company atau international standard (atau bisa juga government standard).

Apabila telah cukup menguasai Loss Prevention selama sekitar 3-5 tahun (dengan various deliverable tentu saja), seorang safety engineer biasanya sudah mulai diperkenalkan ilmu Risk Assessment. Saya pribadi dengan pengalaman 3 tahun baru pernah mengerjakan tidak lebih dari 5 tipe deliverable risk. Risk assessment bagi saya lebih challenging karena dibutuhkan kemampuan analisa dan deteksi suatu probability hazard. Ini seperti quest memecahkan suatu misteri. Suatu hari nanti saya akan menjadi Principal Process Safety Engineer. Cita-cita.

Selain hal di atas, seorang process safety engineer dibantu oleh tools engineering software dalam bekerja. Ada berbagai tipe software baik itu tujuan kalkulasi ataupun keluaran dari company tertentu. Diantaranya yang paling sering dipakai adalah Flaresim. Tool ini dipakai untuk merancang flare/vent stack berdasarkan tingkat radiasi yang dihasilkan gas buangnya. Yang tidak kalah populer adalah Phast keluaran DNV. Tool ini umumnya untuk menganalisa potensi hazard (terbentuknya api/ledakan) dari suatu kebocoran pipa, vessel atau sistem pembuangan seperti dispersi gas buang dari flare/vent. Software yang lain diantaranya Pipenet, Fred, Cirrus, Computational Fluid Dynamics, dan lain sebagainya.

Advertisements

2 thoughts on “Process Safety Engineer”

  1. Mbak Wulan,

    Sebuah ulasan yang begitu bagus dan informatif banget.. Trima kasih.

    Sebenarnya ilmu Process Safety cukup begitu luas, namun dengan perkembangan saat ini..di dunia process safety terbagi menjadi beberapa spesialis misalnya Consequence Modeling Engineer, CFD Engineer, PHA Leader, Functional Safety Engineer.

    Semoga SUKSES dengan S2nya…

    Salam,
    Bidadari Rusia

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s